Senin, 14 Maret 2011

7 Tips cara membuat produk baru yang handal:


1. Lakukan riset pasar
 
Riset pasar adalah penelitian yang dilakukan untuk membantu pihak manajemen pemasaran dalam mengukur potensi pasar, menganalisis luar pasar, menyelidiki karakteristik pasar, menganalisis penjualan, menaksir permintaan produk, menetapkan daerah penjualan, meneliti saluran distribusi.
Untuk kegiatan riset pemasaran, kegiatan yang sistematis tersebut meliputi berbagai  kegiatan, mulai dari; perumusan masalah, penentuan desain riset, perancangan metode pengumpulan data, perancangan sampel dan pengumpulan data, analisis dan interpretasi data serta penyusunan laporan riset.
  
2.    Lakukan riset konsumen

Riset konsumen adalah penelitian yang dilakukan perusahaan kepada konsumen/calon konsumen dengan cara mengumpulkan, mencatat dan menganalisa dara secara sistematis tentang konsumen yang dapat dijadikan sebagai masukan yang esensial perusahaan dan dapat membantu strategi pemasaran perusahaan dimasa mendatang untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.
Tahapan-tahapan nya adalah menentukan tujuan riset, mengumpulkan dan mengevaluasi data sekunder, merancang studi riset primer, mengumpulkan data primer, menganalisis data, mempersiapkan laporan hasil riset.
  
3.    Menentukan strategi marketing

Menurut Hermawan Kartajaya terdapat elemen marketing strategi adalah Segmentasi, Targeting dan Positioning.
  • Segmentasi : kemampuan untuk memilah, mengelompokkan, serta mendiagnosa system yang ada sehingga lahir suatu kesepakatan untuk melangkah pada tujuan dari pemasaran. Jenisnya, berdasarkan geografis, demografi, psikografi, dan tingkah laku.
  • Targeting : proses menyeleksi target market yang tepat untuk memproduksi pelayanan dari perusahaan. Criteria yang digunakan adalah ukuran pasar, pertumbuhan, keunggulan kompetisi dan situasi persaingan.
  • Positioning : strategi menguak, mempelajari, memahami dan kondisi emosional konsumen dengan apa yang ditawarkan perusahaan.
  
4.    Menentukan strategi harga

Konsumen tidak hanya mencari produk dengan harga yang rendah, akan tetapi konsumen membeli suatu produk berdasarkan nilai dari produk itu sendiri. 
Di situs www.priceline.com, pembeli mengusulkan harga yang mereka anggap paling pantas untuk tiket pesawat terbang atau kamar hotel, lalu terserah apakah si penjual mau menjual berdasarkan usulan tersebut. (according to KOTLER, 108 : 2006).sehingga untuk menyesuaikan harga harus disesuaikan dengan produk yang ditawarkan.
Menurut Kotler dan Amstrong (2001) strategi penentuan harga sebagai berikut :
  • Strategi penetapan harga produk baru, yakni penetapan harga untuk meraup pasar dan penetapan harga untuk penetrasi pasar.
  • Strategi Penetapan harga bauran bauran produk, yakni penetapan harga lini produk, penetapan harga produk pilihan, penetapan harga produk terkait, penetapan harga poduk sampingan , dan penetapn harga paket produk.
  • Strategi penyesuaian harga, yang terdiri dari penetapan harga diskon dan pengurangan harga, penetapan harga tersegmentasi, penetapan harga psikologis, penetapan harga untuk promosi, penetapan harga murah dan penetapan harga berdasarkan geografik.
  • Strategi menghadapi perubahan harga, yaitu memelopori perubahan harga, bagaimana bereaksi terhadap perubahan harga.
 5.    Buat brand yang simple dan menarik

Brand yang simple dan menarik akan mudah diingat dan dikenali oleh konsumen, sehingga dapat menjadi suatu referensi bagi konsumen.
Merek merupakan suatu nama, istilah, tanda symbol, rancangan, atau kombinasi dari semua ini yang dimaksudkan untuk mengenali produk atau jasa dari seorang kelompok penjual untuk membedakannya dari produk pesaing. (Kotler dan Amstrong, 2001).
Kotler menyampaikan 4 arti merek sebagai berikut:
  • Atribut
Merek pertama-tama akan mengingatkan orang pada atribut produk tertentu. Mercedes membawa atribut seperti dilengkapi dengan mesin bagus, dibuat dengan bahan bermutu tinggi, awet, bergengsi tinggi, capat, mahal, dan nilai jual tinggi. Perusahaan dapat menggunakan satu atau beberapa atribut ini untuk mengiklankan produknya. Selama bertahun-tahun Mercedes Benz mengiklankan dilengakapi dengan mesin yang berbeda dari mobil lain di seluruh dunia. Ini memberikan landasan positioning bagi atribut lain dari mobil.
  • Manfaat
Pelanggan tidak membeli atribut, mereka membeli manfaat. Oleh karena itu atribut harus diterjemahkan menjadi manfaat fungisonal dan emosional. Misalnya atribut awet dapat diterjemahkan menjadi manfaat fungsional, saya tidak perlu membeli mobil baru setiap beberapa tahun. Atribut mahal diterjemahkan menjadi manfaat emosional, mobil ini membuat saya merasa penting dan dihormati. Atribut dibuat dengan bahan bermutu tinggi di terjemahkan menjadi manfaat fungsional dan emosional.
  • Nilai
Merek juga mencerminkan sesuatu mengenai nilai-nilai pembeli. Jadi, pembeli Mercedes menilai prestasi, keamanan, dan harga diri tinggi. Pemasar merek harus mengenali kelompok spesifik pembeli mobil yang nilai-nilainya sesuai dengan paket manfaat yang disampaikan.
  • Kepribadian
Merek juga menggambarkan kepribadian. Peneliti motivasi kadang-kadang bertanya, bila merek ini adalah manusia seperti apa gambarannya?
Konsumen mungkin membayangkan sebuah mobil Mercedes sebagai seorang eksekutif bisnis berusia pertengahan kaya. Merek akan menarik orang yang gambaran sebenarnya dan citra dirinya cocok dengan citra merek.
  
6.    Perlihatkan differentiation (keunikan) dari produk

Menurut Hermawan Kartajaya differensiasi adalah suatu kegiatan merancang kumpulan perbedaan-perbedaan yang mempunyai nilai lebih dalam penawaran perusahaan. Hermawan lebih jauh lagi mendefinisikannya sebagai penyatuan isi, konteks, dan infrastruktur penawaran kepada pelanggan. Diferensiasi adalah taktik inti dari perusahaan untuk mendukung positioning-nya. Ketika positioning tidak didukung oleh diferensiasi, perusahaan akan menjanjikan hal yang berlebihan dan tidak mampu melakukannya. Ini tentunya dapat menghancurkan merek dan reputasi perusahaan. Strategi differentiation merupakan upaya perusahaan untuk menyediakan produk dan jasa yang unik dan bermutu tinggi, sehingga dapat  mempromosikan reputasi yang baik dan identitas merek yang kuat, biasanya diikuti dengan harga yang premium. Bisnis digital  sangat dimungkinkan dapat menghasilkan produk dan jasa yang different, karena sentuhan teknologi digital akan senantiasa memacu pelaku bisnis untuk melakukan inovasi secara berkesinambungan. Hal ini dapat menciptakan cara baru bisnis dalam mencapai keunggulan bersaing.
Cara baru yang banyak dilakukan dalam proses bisnis digital adalah adanya fasilitas kustomisasi produk atau jasa, sehingga konsumen akan mendapatkan produk atau jasa yang lebih spesifik dan different. Hal inilah yang menjadikan produk atau jasa yang memiliki unique cutomer value, secara otomatis hal ini akan men-drive perusahaan untuk memiliki keungulan bersaing. Sebagai contoh perusahaan Dell’s Komputer memperkuat posisi kepemimpinannya dengan cara menyediakan sistem yang memfasilitasi pelanggannya untuk memilih spesifikasi hardware komputer yang dipesannya. Perusahaan sepatu terbesar Nike, mempersilahkan para pelanggannya untuk memilih warna atau menambahkan nama pribadi atau nickname pada sepatu yang dipesannya melaui program NIKEid, para pelanggan dapat melihat-lihat pilihan sepatu yang mereka minati  di situs nike.com, sebelum pemesanan dilakukan.
Metoda-metoda kustomisasi massa, telah mengubah cara perusahaan dalam menjual produknya, dan itu telah membuktikan bahwa cara seperti itu adalah teknik diferensiasi yang efektif. Bisa jadi secara tradisional, perusahaan meraih pelanggan dilakukan dengan berbagai cara, seperti ; pemutahiran katalog, ruang pameran, personal sales call, dan menggunakan banyak  cara lagi untuk membuat kemasan produk menjadi lebih menarik dan prestige, celebrity endorsements (dukungan selebriti), sponsorship kegiatan amal, Semuanya itu merupakan cara-cara yang masih layak dilakukan dan dianggap efektif, tergantung pada suatu lingkungan persaingan perusahaannya.
  
7.    Promosikan
Promosi adalah upaya untuk memberitahukan atau menawarkan produk atau jasa pada dengan tujuan menarik calon konsumen untuk membeli atau mengkonsumsinya. Dengan adanya promosi produsen atau distributor mengharapkan kenaikannya angka penjualan.
Tujuan promosi di antaranya adalah:
1.      Menyebarkan informasi produk kepada target pasar potensial
2.      Untuk mendapatkan kenaikan penjualan dan profit
3.      Untuk mendapatkan pelanggan baru dan menjaga kesetiaan pelanggan
4.      Untuk menjaga kestabilan penjualan ketika terjadi lesu pasar
5.      Membedakan serta mengunggulkan produk dibanding produk pesaing
6.      Membentuk citra produk di mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan. (Wikipedia)

Ada empat jenis kegiatan promosi, antara lain : (Kotler, 2001:98-100)
  • Periklanan (Advertising), yaitu bentuk promosi non personal dengan menggunakan berbagai media yang ditujukan untuk merangsang pembelian.
  • Penjualan Tatap Muka (Personal Selling), yaitu bentuk promosi secara personal dengan presentasi lisan dalam suatu percakapan dengan calon pembeli yang ditujukan untuk merangsang pembelian.
  • Publisitas (Publisity), yaitu suatu bentuk promosi non personal mengenai, pelayanan atau kesatuan usaha tertentu dengan jalan mengulas informasi/berita tentangnya (pada umumnya bersifat ilmiah).
  • Promosi Penjualan (Sales promotion), yaitu suatu bentuk promosi diluar ketiga bentuk diatas yang ditujukan untuk merangsang pembelian.
  • Pemasaran Langsung (Direct marketing), yaitu suatu bentuk penjualan perorangan secara langsung ditujukan untuk mempengaruhi pembelian konsumen.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar